Wednesday, May 28, 2008

BBM Naik, Itu Obat Bangsa Ini


Seminggu setelah kenaikan harga BBM, demonstrasi terus terjadi dan meluas di seluruh Indonesia. Tidak terkecuali saya pun juga terkena Imbasnya.
Kemarin Mikrolet M12 dan M08 yang biasanya setia mengantar saya belanja ke Glodok dari Stasiun Kota, MOGOK. Wah sebel juga rasanya, walaupun tidak terlalu jauh, terpaksa juga harus jalan kaki, pas siang bolong lagi... wah puaanaas cing.
Dari situ kemudian timbul pemikiran seperti ini :

Kenapa BBM Angkutan Umum/Massal di Jakarta tidak diganti semua menggunakan BBG yang lebih murah dan melimpah di Indonesia? Bajaj BBG yang sudah beroperasi memberikan bukti bahwa mereka jauh lebih hemat dan lebih akrab lingkungan daripada Bajaj yang masih pake mesin super berisik itu. Bus TransJakarta juga sudah menggunakan BBG, sebagian taksipun sudah. Kalau sudah begini imbasnya jelas : Tarif angkutan bisa lebih murah, polusi dapat dikurangi, konsumsi BBM berkurang sehingga subsidi BBMpun oleh pemerintahpun bisa berkurang. Memang investasi (alat untuk konversi BBM dan SPBU untuk BBG) pasti akan besar, namun rasanya akan sebanding dengan apa yang akan dihasilkan.

Harga BBM terpaksa dinaikkan, itu saya anggap sebagai obat/jamu yang harus ditelan oleh bangsa ini kalau ingin sehat. Obat/jamu memang pahit untuk diminum dan rasa pahitnya akan bertahan dalam waktu yang tidak sebentar tapi kita akan kesehatan kita akan berangsur pulih.

Kita tidak mungkin selamanya bergantung pada subsidi pemerintah kalau kita ingin maju. Jangan pernah mengeluh, karena disetiap kesulitan pasti ada jalan keluar jika kita mau berusaha.

Mari bangkit Indonesiaku.

No comments: