Sunday, April 20, 2008

TOKOH MUDA

Karikatur Kakek & Nenek yang menyindir Megawati (61th) dan Wiranto (61th) beberapa waktu yang lalu di “tabloid istana”, tentu saja mengundang reaksi dari para pendukung kedua tokoh tersebut. Pramono Anung salah satunya yang memprotes keras adanya karikatur tersebut.

Namun, jika di cermati lebih jauh, memang banyak tokoh-tokoh yang ingin mencalonkan diri sebagai orang pertama dinegeri ini, semuanya sudah berstatus kakek dan nenek.Beberapa nama bisa ditambahkan ke dalam ke jajaran ini, antara lain : Abdurrahman Wahid (Gus Dur) (68th), Amien Rais (64th), Akbar Tanjung (63th), dll.

Tokoh muda partai, rata-rata tidak ada yang berani bilang “tidak” pada kakek dan nenek-nya. Mereka seperti : Pramono Anung, Yenni Wahid, Anas Urbaningrum, Soetrisno Bachir, dll masih ke-enak-an dikeloni kakek dan nenek partai. Mungkin hanya Muhaimin Iskandar saja yang berani melawan arus…dan dia mendapat simpati dari berbagai pihak.

Jaman rasanya sudah berubah, Pilkada Jawa Barat bisa menjadi salah satu contoh paling baru, dimana tokoh tua akhirnya kalah dari tokoh muda. Agum Gumelar (63th), tentara pilihan, alumni Lemhanas, mempunyai pengalaman segudang, dengan pernah menjadi menteri dengan berbagai pos, kemudian pernah menjadi pemimpin organisasi sepak bola tanah air, pernah menjadi calon wakil presiden, dan didukung habis oleh Partai Besar, partai banteng gemuk bermoncong putih. Akhirnya kalah oleh seorang tokoh muda, Heryawan (42th) dan Dede Yusuf (42th), siapa mereka? Mungkin banyak orang hanya tahu siapa itu Dede Yusuf, seorang aktor dan bintang iklan, tetapi karir di politik sebagai anggota DPR? Pasti belum banyak yang tahu….

Kemudian Pemilihan Bupati Gianyar, Bali, yang notabene merupakan Kandang Banteng, tempat dimana ribuan masyarakat mengeluk-elukan Megawati saat kampanye, eeehh… pada saat pemilihan Bupati, jago dari Partai Banteng tersebut malah kalah…Rakyat butuh Pemimpin Muda, mereka sudah mulai pintar memilih, baju dan kaus kampanye dipakai, uang kampanye diterima, bantuan diminta. Pada saat pencoblosan semua itu dilupakan….

Sebetulnya apa sich yang dicari para Kakek Bangsa dan Nenek Bangsa saat ini? Disaat banyak negara lain yang lebih maju dari kita dipimpin oleh pemimpin yang segar-segar, para Kakek Bangsa dan Nenek Bangsa ini seakan tidak memberi kesempatan kepada para generasi muda negeri ini untuk menjadi pemimpin.

Janji-janji pada saat kampanye terkadang terasa memuakkan, mereka yang menang seakan bersenang-senang diatas penderitaan rakyat banyak yang mereka beri janji. Yang kalah, bermanuver dengan memberi kritik (mohon maaf, banyak yang tidak berbobot dan tidak memberikan solusi, solusinya ntar aja kalu dia sudah terpilih jadi pemimpin, egois? Ya!).

Rakyat sudah sangat mendambakan pemimpin yang idealis, berintegritas, cerdas, dan tentu saja punya energi lebih untuk membangun bangsa ini seperti Nicolas Sarkozy, Yves Leterme, Dmitry Medvedev, dll.....

No comments: